Kamis, 08 November 2018

Peringati Hari Pahlawan, Siswa SMAN 1 Sigaluh Bersihkan Monumen Bandingan

Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, SMA Negeri 1 Sigaluh melaksanakan kegiatan bersih monumen perjuangan di Desa Bandingan Kecamatan Sigaluh, Kamis (8/11).
Puluhan siswa pengurus OSIS dan MPK SMAN 1 Sigaluh, didampingi guru, tentara dari Koramil Sigaluh dan juga perangkat Desa Bandingan bahu membahu membersihkan monumen yang sudah dipenuhi rumput ilalang dan juga sampah dedaunan.

Kaur Umum Pemerintah Desa Bandingan Trimo Santoso sangat mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya, pembersihan monumen Bandingan sangat tepat sebagai momen memperingati Hari Pahlawan. "Kami sangat berterimakasih karena siswa SMAN 1 Sigaluh peduli dengan tempat bersejarah yang ada di desa kami. Semoga kepedulian ini akan meningkatkan jiwa nasionalisme siswa" ujar Trimo.
Kenalkan Sejarah Lokal
Guru sejarah SMA Negeri 1 Sigaluh yang mendampingi siswa dalam kegiatan tersebut mengungkapkan, kegiatan bersih monumen seperti ini dapat dijadikan sebagai ajang guru sejarah untuk mengenalkan sejarah lokal. Karena siswa sering kali ketika belajar sejarah merasa apa yang dipelajarinya abstrak dan jauh dari kehidupan nyatanya saat ini. "Perjuangan masa perang kemerdekaan kan hampir merata di seluruh wilayah. Beberapa juga sudah dibuatkan monumennya. Hal itu merupakan kesempatan bagi guru sejarah untuk belajar sejarah secara langsung di lapangan sehingga siswa merasa dekat dengan peristiwa sejarah yang selama ini kebanyakan dipelajari dari buku" jelas Heni.
Di monumen Bandingan ini, tambah Heni, siswa dapat dikenalkan dengan pahlawan Letda Makhlani yang bersama pasukan Gembong Singo Yudho, menghadang konvoi pasukan Belanda NICA pada 6 Februari 1949. "Penghadangan itu menewaskan satu orang opsir beserta empat pengawalnya, dan juga mengakibatkan tiga kendaraan rusak berat. Itu menunjukkan bahwa perjuangan di level lokal tidak kalah penting perannya dalam mempertahankan kemerdekaan" jelas Heni.
Para pelajar akan semakin bangga manakala memahami bahwa pasukan Belanda yang dihadapi para pejuang adalah pemenang Perang Dunia ke 2, padahal para pejuang menghadapinya hanya dengan senjata rampasan Jepang, bambu runcing dan senjata tajam lain seadanya, pungkas Heni.

0 komentar:

Posting Komentar

Contact

Hubungi Kami

kami sangat mengapresiasi segala kontribusi anda dalam Sejarah dan Kebudayaan Banjarnegara, Bergabunglah bersama kami untuk mengangkat Kebudayaan Banjarnegara agar dikenal oleh masyarakat luas

Alamat:

Banjarnegara, Jawa Tengah, Indonesia

Jam Kerja:

setiap saat kami ada

E-mail:

cbudayabanjar@gmail.com