Jumat, 09 November 2018

Pahlawan Nasional "Bangkit Lagi"

Suasana GOR SMAN 1 Sigaluh, Jumat (9/11) tiba-tiba geger karena belasan pahlawan nasional "bangkit" lagi. Satu per satu pahlawan itu naik ke panggung "Pekan Kepahlawanan", dan puisi tentang kepahlawanan itu pun dikumandangkan oleh salah satu siswa.

Hal itu merupakan bagian dari kegiatan Pekan Kepahlawanan SMAN 1 Sigaluh, dalam rangka memeringati Hari Pahlawan. Selain lomba mirip pahlawan, juga diadakan lomba Pidato Bung Tomo serta lomba Lagu Perjuangan dengan Musik Atonal. Musik atonal adalah musik tanpa nada, dengan alat musik dari barang-barang bekas utamanya.
Kepala SMAN 1 Sigaluh Imam Raharjo mengungkapkan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan pendidikan karakter nasionalisme siswa yang rutin dilaksanakan di sekolahnya. "Setiap tahun kami adakan, agar siswa memiliki rasa memiliki pahlawan Infonesia. Karena saat ini generasi muda mulai melupakan para pahlawan kita yang nyata dan menggesernya denga superhero yang jelas-jelas karangan semata" jelas Imam.
Ketua OSIS SMAN 1 Sigaluh Ahmad Chaerul Aris juga mengungkapkan hal senada. Menurutnya, kegiatan nyata semacam ini lebih bermakna ketimbang belajar sejarah di ruang-ruang kelas saja. "Kita dituntut kreatif dan benar-benar belajar secara mandiri untuk perlombaan mirip pahlawan maupun musik atonal. Saya rasa pembelajaran seperti ini lebih mengena dan akan kita ingat selamanya" ujar Aris.
Guru Seni Musik SMAN 1 Sigaluh Surip Pujo Rahjono mengungkapkan bahwa ada nilai filosofis dalam lomba musik atonal terkait karakter kreativitas dan semangat juang. "Musik atonal adalah bermusik tanpa alat musik yang bernada seperti gitar, pianika dan lain-lain. Tentu siswa dituntut kreatif untuk memakai barang-barang di sekitarnya untuk menjadi alat musik. Mereka dituntut untuk tidak mudah menyerah dan menggunakan alat apapun dalam bermusik. Ini seperti kondisi para pejuang dahulu yang berjuang dengan senjata seadanya, namun berani melawan penjajah yang nota bene memiliki senjata yang lengkap" jelas Surip.
Dengan dilatih seperti itu, tambah Surip, anak-anak millenial menjadi anak yang tidak manja, kreatif dan pantang menyerah menghadapi situasi dan kondisi apapun.

0 komentar:

Posting Komentar

Contact

Hubungi Kami

kami sangat mengapresiasi segala kontribusi anda dalam Sejarah dan Kebudayaan Banjarnegara, Bergabunglah bersama kami untuk mengangkat Kebudayaan Banjarnegara agar dikenal oleh masyarakat luas

Alamat:

Banjarnegara, Jawa Tengah, Indonesia

Jam Kerja:

setiap saat kami ada

E-mail:

cbudayabanjar@gmail.com