Minggu, 28 Oktober 2018

Napak Tilas Cagar Budaya Temukan "Harta Karun"

Gritje Gregory Hadiwono yang kerap disapa Gery, pegiat Banyumas Heritage, tampak tercengang melihat pintu utama sebuah gedung di belakang Aula Balai Latihan Kerja (BLK) Klampok. Rasa penasarannya terjawab ketika Ketua Umum Yayasan Sahabat Muda Indonesia (YSMI) menunjukkan foto arsip lama bergambar pabrik gula Klampok berangka tahun 1912. Pintu yang dilihat Gery dan ratusan peserta Napak Tilas Sejarah dan Cagar Budaya tersebut memang pintu utama pabrik gula Klampok.

"Pada kunjungan-kunjungan kami sebelumnya, beberapa kali kami menduga jika pabrik gula Klampok adalah bangunan yang saat ini dijadikan sebagai gudang semen. Karena biasanya kami tidak masuk ke ruangan ini. Ternyata melihat bentuk pintu lengkung dan ornamen bercat hitam putih sama persis dengan gambar arsip kuno. Kami seperti menemukan harta karun" ujar Gery.
Heni Purwono berpendapat senada, ia meyakini bahwa bangunan utama pabrik gula Klampok memang berada di belakang gedung aula BLK Klampok. "Ketika survey lokasi untuk acara napak tilas ini beberapa hari lalu, berbekal arsip foto dari KITLV, saya memang sudah yakin jika ini merupakan bangunan utama pabrik gula Klampok. Sehingga meski bagian lain saat ini sangat sulit dikenali karena sudah berubah bentuk dan fungsi namun pintu utama ini jelas masih utuh" jelas Heni.
Napak Tilas Sejarah dan Cagar Budaya yang digelar Minggu (28/10) itu memang sengaja mengkaji kota lama Klampok sebagai simbol kemajuan industri gula di Klampok pada awal abad 20.
Diawali dengan pelepasan oleh Wakil Bupati Banjarnegara Syamsudin, peserta napak tilas menjelajahi komplek aula BLK Klampok dan tempat-tempat bersejarah di sekitarnya.
Kasbid Pemasaran Pariwisata Dinparbud Kabupaten Banjarnegara Anggorowati yang turut serta mengikuti kegiatan tersebut mengaku takjup dengan arsitektur yang ada di kota lama Klampok. Ia menilai, kota lama Klampok sangat potensial dijadikan kawasan cagar budaya yang layak jual juga untuk even pariwisata. "Kami sudah mengawalinya bulan Mei yang lalu dengan gelaran Festival Kota Lama Klampok. Dengan acara napak tilas yang kajian akademisnya cukup baik ini, saya semakin meyakini bahwa Banjarnegara dapat menjadikan Klampok sebagai destinasi wisata baru, terutama wisata edukasi dan petualangan" katanya.
Sementara itu anggota DPRD Kabupaten Banjarnegara Tri Mulyantoro yang juga turut hadir dalam acara tersebut berjanji akan mendesak Pemkab Banjarnegara untuk segera melakukan upaya-upaya untuk merevitalisasi dan melestarikan kota lama Klampok.
"Sebagai warga asli Klampok, saya sangat sepakat untuk mendorong kota lama Klampok menjadi destinasi wisata mewakili era kolonial. Hal ini juga akan semakin mendorong usaha souvenir berupa keramik yang sudah lama menjadi urat nadi ekonomi warga" kata Tri.
"Tinggal bagaimana membuat even pariwisata yang nenarik dan kontinyu, mengingat saat ini konsep wisata yang hidup pasti ada unsur see, yang bisa dilihat, do, yang bisa dilakukan, dan buy, yang bisa dibeli sebagai oleh-oleh" tandasnya.

0 komentar:

Posting Komentar

Contact

Hubungi Kami

kami sangat mengapresiasi segala kontribusi anda dalam Sejarah dan Kebudayaan Banjarnegara, Bergabunglah bersama kami untuk mengangkat Kebudayaan Banjarnegara agar dikenal oleh masyarakat luas

Alamat:

Banjarnegara, Jawa Tengah, Indonesia

Jam Kerja:

setiap saat kami ada

E-mail:

cbudayabanjar@gmail.com