Minggu, 28 Oktober 2018

Masyarakat Benteng Utama Pelestarian Cagar Budaya

Ratusan siswa SLTA se Banjarnegara, Minggu (28/10), bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda mengikuti kegiatan Napak Tilas Sejarah dan Cagar Budaya Kota Lama Klampok. Kegiatan yang dihelat oleh Yayasan Sahabat Muda Indonesia (YSMI) bekerjasama dengan Direktorat Sejarah Ditjend Kebudayaan Kemdikbud itu, merupakan bagian dari 4 Even Sejarah Banjarnegara. Para peserta diajak menapak tilas kejayaan pabrik gula Klampok yang beroperasi antara tahun 1912 hingga 1939.

Dipandu oleh pegiata cagar budaya dari Banyumas Heritage Gritje Gregory Hadiwono, para peserta diajak "blusukan" menelusuri sisa-sisa bangunan pabrik gula yang saat ini telah beralih fungsi menjadi Balai Latihan Kerja Provinsi, menelusuri kantor-kantor pemerintahan, sekolah serta perumahan pegawai pabrik gula diera kolonial.
Setelahnya, para peserta diajak berdiskusi tentang upaya pelestarian cagar budaya. Penyidik Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah Deny Wahju Hidajat mengungkapkan, masyarakat dalam hal ini diwakili oleh komunitas sejarah, berperan vital dalam pelestarian cagar budaya. "Kita di BPCB karena terbatas jumlah dan cakupannya, tidak bisa berbuat apa-apa jika tidak didukung masyarakat. Karena sejatinya masyarakat adalah benteng utama pelestarian cagar budaya. Karena sehari-hari merekalah yang ada di sekitar cagar budaya" ujar Deny.
Wakil Bupati Banjarnegara yang hadir melepas peserta napak tilas berharap, generasi muda harus menjadi ujung tombak pelestarian cagar budaya. "Pembangunan masa kini tidak berarti apa-apa manakala abai terhadap nilai-nilai sejarah di masa lampau. Kegiatan seperti ini harus kongkrit mewujudkan masyarakat yang benar-benar sadar akan pentingnya sejarah" ujar Wabup.
Senada dengan hal itu, Ketua Umum YSMI Heni Purwono juga berharap para peserta napak tilas menjadi pionir pelestarian cagar budaya. "Kita memiliki peninggalan sejarah dan cagar budaya yang lengkap mewakili era klasik Hindu Budha, Islam, Kolonial, Pergerakan Nasional hingga era kemerdekaan. Sayangnya pelestarian terhafap hal itu belum optimal" kata Heni.
Hal itu, tambahnya, dibuktikan dengan belum adanya Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) dan juga Perda mengenai cagar budaya. "Diharapkan dengan kegiatan ini para pemangku kepentingan terdorong untuk merealisasikannya" harap Heni.
Salah satu peserta napak tilas, Sarmono, mahasiswa Politeknik Banjarnegara, mengaku takjup dengan peninggalan pabrik gula dan kawasan perumahan di kota lama Klampok. "Baru kali ini saya melihat, ternyata sangat bagus. Sayang sekali bangunan utama pabrik gula tinggal sedikit sekali yang tersisa" katanya.

0 komentar:

Posting Komentar

Contact

Hubungi Kami

kami sangat mengapresiasi segala kontribusi anda dalam Sejarah dan Kebudayaan Banjarnegara, Bergabunglah bersama kami untuk mengangkat Kebudayaan Banjarnegara agar dikenal oleh masyarakat luas

Alamat:

Banjarnegara, Jawa Tengah, Indonesia

Jam Kerja:

setiap saat kami ada

E-mail:

cbudayabanjar@gmail.com