Kami Disini Peduli Dengan Sejarah dan Budaya Banjarnegara

Komunitas Sejarah dan Budaya yang mengupas tuntas sejarah peristiwa, benda dan bangunan cagar budaya Banjarnegara.

Mulai Dari Sini

Apa yang Kami Ulas?

Peristiwa

merupakan kejadian atau fakta yang pernah terjadi di Banjarnegara dan menjadi sumber data sejarah Kabupaten Banjarnegara

Read More

Bangunan

Bangunan bersejarah merupakan suatu bukti adanya aktivitas manusia (sejarah) yang menjadi indikator untuk melihat perkembangan sejarah di Banjarnegara

Read More

Kebudayaan

Kebudayaan adalah sesuatu yang di wariskan secara turun-temurun dan memiliki nilai yang luhur , di Banjarnegara kebudayaan dapat ditemui di segala sudut.

Read More

Event

Kami rutin mengadakan event dalam mengenalkan sejarah Banjarnegara pada masyarakat. Follow IG @cagarbudaya_ untuk Update terkini.

Read More

Sejarah Banjarnegara

Minggu, 28 Oktober 2018

Ratusan Pelajar Sumpah Menjaga Cagar Budaya

Ratusan Pelajar Sumpah Menjaga Cagar Budaya


Ada yang berbeda dari peringatan Hari Sumpah Pemuda yang dilakukan oleh para peserta Napak Tilas Sejarah dan Cagar Budaya, Minggu (28/10) di Kota Lama Klampok Banjarnegara. Di akhir sesi diskusi, selain mengikrarkan Sumpah Pemuda, dipimpin oleh salah satu peserta, mereka juga mengikrarkan Sumpah Pelestarian Cagar Budaya Banjarnegara. “Kami putera dan puteri Banjarnegara bersumpah, akan mengunjungi, melindungi dan melestarikan semua cagar budaya yang ada di Banjarnegara” begitu ikrar yang dibacakan oleh Febrian Yudhatama, yang ditirukan oleh ratusan peserta.



Ketua Umum Yayasan Sahabat Muda Indonesia (YSMI) Heni Purwono sebagai inisiator kegiatan mengungkapkan sumpah tersebut muncul sebagai reaksi terhadap keberadaan cagar budaya yang belum terlindungi sepenuhnya di Banjarnegara. “Kami tadi melihat bagaimana sisa pabrik gula Klampok yang begitu megah pada zamannya, dan itu ada arsip fotonya di laman KITLV, Gahetna maupun Tropen Museum Belanda, namun kini tidak lebih hanya tersisa satu pintu utama beberapa petak ruangan dan pagar kelilingnya. Itu sangat memprihatinkan, sehingga kita berharap dengan sumpah tersebut mendorong kepedulian bersama terhadap cagar budaya” terang Heni.

Sebelumnya, para peserta terlebih dahulu menapak tilas cagar budaya yang ada di sekitar kota lama Klampok seperti bekas pabrik gula yang berada di belakang aula Balai Latihan kerja (BLK) Klampok, mengitari pagar keliling pabrik gula, melihat-lihat kantor kecamatan, kantor pos, SD Negeri 1 Klampok dan berakhir di komplek perumahan dinas BKL Klampok. Semua objek tersebut tentu berkaitan dengan keberadaan pabrik gula Klampok yang mengalami puncak kejayaan antara tahun 1912 hingga tutup pada tahun 1930 karena krisis ekonomi global.

Penyidik Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah Deny Wahju Hidajat yang hadir dalam kegiatan tersebut mengungkapkan, pelestarian cagar budaya memang menjadi tanggungjawab bersama antara masyarakat dan pemerintah. “Masyarakat justru menjadi garda terdepan dalam pelestarian cagar budaya mengingat keterbatasan BPCB. Kasus-kasus yang kami tangani terkait pencurian maupun perusakan cagar budaya, rata-rata berawal dari laporan masyarakat. Karenanya bagus jika masyarakat memiliki kepedulian yang tinggi terhadap cagar budaya” ujar Deny.

Masyarakat Benteng Utama Pelestarian Cagar Budaya

Masyarakat Benteng Utama Pelestarian Cagar Budaya

Ratusan siswa SLTA se Banjarnegara, Minggu (28/10), bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda mengikuti kegiatan Napak Tilas Sejarah dan Cagar Budaya Kota Lama Klampok. Kegiatan yang dihelat oleh Yayasan Sahabat Muda Indonesia (YSMI) bekerjasama dengan Direktorat Sejarah Ditjend Kebudayaan Kemdikbud itu, merupakan bagian dari 4 Even Sejarah Banjarnegara. Para peserta diajak menapak tilas kejayaan pabrik gula Klampok yang beroperasi antara tahun 1912 hingga 1939.



Dipandu oleh pegiata cagar budaya dari Banyumas Heritage Gritje Gregory Hadiwono, para peserta diajak "blusukan" menelusuri sisa-sisa bangunan pabrik gula yang saat ini telah beralih fungsi menjadi Balai Latihan Kerja Provinsi, menelusuri kantor-kantor pemerintahan, sekolah serta perumahan pegawai pabrik gula diera kolonial.

Setelahnya, para peserta diajak berdiskusi tentang upaya pelestarian cagar budaya. Penyidik Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah Deny Wahju Hidajat mengungkapkan, masyarakat dalam hal ini diwakili oleh komunitas sejarah, berperan vital dalam pelestarian cagar budaya. "Kita di BPCB karena terbatas jumlah dan cakupannya, tidak bisa berbuat apa-apa jika tidak didukung masyarakat. Karena sejatinya masyarakat adalah benteng utama pelestarian cagar budaya. Karena sehari-hari merekalah yang ada di sekitar cagar budaya" ujar Deny.

Wakil Bupati Banjarnegara yang hadir melepas peserta napak tilas berharap, generasi muda harus menjadi ujung tombak pelestarian cagar budaya. "Pembangunan masa kini tidak berarti apa-apa manakala abai terhadap nilai-nilai sejarah di masa lampau. Kegiatan seperti ini harus kongkrit mewujudkan masyarakat yang benar-benar sadar akan pentingnya sejarah" ujar Wabup.

Senada dengan hal itu, Ketua Umum YSMI Heni Purwono juga berharap para peserta napak tilas menjadi pionir pelestarian cagar budaya. "Kita memiliki peninggalan sejarah dan cagar budaya yang lengkap mewakili era klasik Hindu Budha, Islam, Kolonial, Pergerakan Nasional hingga era kemerdekaan. Sayangnya pelestarian terhafap hal itu belum optimal" kata Heni.

Hal itu, tambahnya, dibuktikan dengan belum adanya Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) dan juga Perda mengenai cagar budaya. "Diharapkan dengan kegiatan ini para pemangku kepentingan terdorong untuk merealisasikannya" harap Heni.

Salah satu peserta napak tilas, Sarmono, mahasiswa Politeknik Banjarnegara, mengaku takjup dengan peninggalan pabrik gula dan kawasan perumahan di kota lama Klampok. "Baru kali ini saya melihat, ternyata sangat bagus. Sayang sekali bangunan utama pabrik gula tinggal sedikit sekali yang tersisa" katanya.

Kamis, 25 Oktober 2018

Dorong Perlindungan Cagar Budaya, Kemdikbud dan YSMI Gelar Napak Tilas

Dorong Perlindungan Cagar Budaya, Kemdikbud dan YSMI Gelar Napak Tilas

Guna mendorong Pemkab Banjarnegara untuk segera membuat Peraturan Daerah tentang Perlindungan Cagar Budaya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI melalui Direktorat Sejarah Ditjen Kebudayaan bekerjasama dengan Yayasan Sahabat Muda Indonesia (YSMI), Minggu (28/10) akan menggelar kegiatan Napak Tilas Sejarah dan Cagar Budaya Kota Lama Klampok.

Our Blog

14372 foto
foto Banjarnegara Masa lampau
9000 Dokumen
dokumen berharga berdirinya Banjarnegara
6208 Artefak
sisa-sisa peradaban Banjarnegara

Our Team

Ahli Sejarah
Relawan
Budayawan
Relawan
Arkeolog
relawan
Penulis Sejarah
Relawan

Contact

Hubungi Kami

kami sangat mengapresiasi segala kontribusi anda dalam Sejarah dan Kebudayaan Banjarnegara, Bergabunglah bersama kami untuk mengangkat Kebudayaan Banjarnegara agar dikenal oleh masyarakat luas

Alamat:

Banjarnegara, Jawa Tengah, Indonesia

Jam Kerja:

setiap saat kami ada

E-mail:

cbudayabanjar@gmail.com