Minggu, 30 September 2018

Menumbuhkan Kesadaran Sejarah Melalui Film


Beragam cara dilakukan untuk menumbuhkan kesadaran sejarah generasi muda. Salah satunya melalui pemutaran film sejarah. Hal itulah yang dilakukan oleh Yayasan Sahabat Muda Indonesia bekerjasama dengan Direktorat Sejarah Kemdikbud RI, Jumat (28/9) di GOR SMPIT Permata Hati Banjarnegara.


Dua film sejarah diputar dalam kegiatan tersebut, yaitu film berjudul "Tugu Peringatan" karya Fiki Lailatul Azizah dan "Kartini: Wanita Terpilih" karya Bambang Hengky. Ratusan pelajar dan sineas muda pun larut menyaksikan tontonan tersebut.

Ketua Yayasan Sahabat Muda Indonesia Heni Purwono mengungkapkan kegiatan tersebut merupakan bagian dari kegiatan 4 Even Sejarah Banjarnegara yang difasilitasi oleh Direktorat Sejarah Kemdikbud RI. "Kita ingin kesadaran sejarah masyarakat tumbuh dari pemutaran film ini. Melalui film Tugu Peringatan, kita ingin masyarakat sadar betul akan potensi bahaya bencana tanah longsor di Banjarnegara yang sudah berkali-kali terjadi dengan jumlah korban yang tidak sedikit. Jika tidak disadarkan terus menerus, termasuk melalui media film sejarah, masyarakat mudah lupa dan ketika bencana alam berulang, lagi-lagi jatuh banyak korban jiwa" terang Heni.

Film Tugu Peringatan sendiri berkisah tentang bencana tanah longsor yang terjadi di Dusun Legetang, Desa Pekasiran, Kecamatan Batur pada tahun 1955, dan memakan korban lebih dari 300 jiwa.

Tanah bekas longsoran itu, tambah Heni, saat ini justru mulai lagi ditanami oleh warga sekitar. "Seakan mereka lupa jika daerah itu masih menyimpan bahaya longsor. Melalui film inilah kita mencoba menyadarkan kembali masyarakat. Jangan sampai bencana longsor seperti yang terjadi di Dusun Legetang, Dusun Sijeruk dan Dusun Jemblung berulang memakan korban jiwa" kata Heni.

Adapun film Kartini: Wanita Terpilih, merupakan film panjang bergenre doku drama yang bercerita tentang RA Kartini, pahlawan emansipasi wanita. Sutradara film tersebut Bambang Hengky yang hadir langsung membedah film tersebut mengungkapkan bahwa film ini merupakan film kedua bertema Kartini, setelah Suman Jaya membuatnya di tahun 70-an. "Kelebihan film ini, kita memakai setting dan juga pemain dari Jepara seluruhnya. Kita ingin membuat film tema sejarah lokal, dengan pemain lokal pula. Hasilnya ternyata lebih terasa mendalam dan menjiwai" kata Bambang.

Ia berharap film ini mampu menginspirasi generasi muda pembuat film saat ini, untuk dapat mengekaplorasi sejarah di lingkungannya, dan mengoptimalkan sumber daya lokal yang ada. "Saya melihat Banjarnegara penuh potensi sejarah yang belum banyak diangkat menjadi film. Ini peluang yang jika dimanfaatkan dengan baik, akan menghasilkan karya film sejarah yang orisinil dan memikat. Saya harap film saya ini bisa menginspirasi penonton yang rata-rata anak muda pembuat film" harap Bambang.

0 komentar:

Posting Komentar

Contact

Hubungi Kami

kami sangat mengapresiasi segala kontribusi anda dalam Sejarah dan Kebudayaan Banjarnegara, Bergabunglah bersama kami untuk mengangkat Kebudayaan Banjarnegara agar dikenal oleh masyarakat luas

Alamat:

Banjarnegara, Jawa Tengah, Indonesia

Jam Kerja:

setiap saat kami ada

E-mail:

cbudayabanjar@gmail.com