Kami Disini Peduli Dengan Sejarah dan Budaya Banjarnegara

Komunitas Sejarah dan Budaya yang mengupas tuntas sejarah peristiwa, benda dan bangunan cagar budaya Banjarnegara.

Mulai Dari Sini

Apa yang Kami Ulas?

Peristiwa

merupakan kejadian atau fakta yang pernah terjadi di Banjarnegara dan menjadi sumber data sejarah Kabupaten Banjarnegara

Read More

Bangunan

Bangunan bersejarah merupakan suatu bukti adanya aktivitas manusia (sejarah) yang menjadi indikator untuk melihat perkembangan sejarah di Banjarnegara

Read More

Kebudayaan

Kebudayaan adalah sesuatu yang di wariskan secara turun-temurun dan memiliki nilai yang luhur , di Banjarnegara kebudayaan dapat ditemui di segala sudut.

Read More

Event

Kami rutin mengadakan event dalam mengenalkan sejarah Banjarnegara pada masyarakat. Follow IG @cagarbudaya_ untuk Update terkini.

Read More

Sejarah Banjarnegara

Minggu, 30 September 2018

Menumbuhkan Kesadaran Sejarah Melalui Film

Menumbuhkan Kesadaran Sejarah Melalui Film


Beragam cara dilakukan untuk menumbuhkan kesadaran sejarah generasi muda. Salah satunya melalui pemutaran film sejarah. Hal itulah yang dilakukan oleh Yayasan Sahabat Muda Indonesia bekerjasama dengan Direktorat Sejarah Kemdikbud RI, Jumat (28/9) di GOR SMPIT Permata Hati Banjarnegara.


Dua film sejarah diputar dalam kegiatan tersebut, yaitu film berjudul "Tugu Peringatan" karya Fiki Lailatul Azizah dan "Kartini: Wanita Terpilih" karya Bambang Hengky. Ratusan pelajar dan sineas muda pun larut menyaksikan tontonan tersebut.

Ketua Yayasan Sahabat Muda Indonesia Heni Purwono mengungkapkan kegiatan tersebut merupakan bagian dari kegiatan 4 Even Sejarah Banjarnegara yang difasilitasi oleh Direktorat Sejarah Kemdikbud RI. "Kita ingin kesadaran sejarah masyarakat tumbuh dari pemutaran film ini. Melalui film Tugu Peringatan, kita ingin masyarakat sadar betul akan potensi bahaya bencana tanah longsor di Banjarnegara yang sudah berkali-kali terjadi dengan jumlah korban yang tidak sedikit. Jika tidak disadarkan terus menerus, termasuk melalui media film sejarah, masyarakat mudah lupa dan ketika bencana alam berulang, lagi-lagi jatuh banyak korban jiwa" terang Heni.

Film Tugu Peringatan sendiri berkisah tentang bencana tanah longsor yang terjadi di Dusun Legetang, Desa Pekasiran, Kecamatan Batur pada tahun 1955, dan memakan korban lebih dari 300 jiwa.

Tanah bekas longsoran itu, tambah Heni, saat ini justru mulai lagi ditanami oleh warga sekitar. "Seakan mereka lupa jika daerah itu masih menyimpan bahaya longsor. Melalui film inilah kita mencoba menyadarkan kembali masyarakat. Jangan sampai bencana longsor seperti yang terjadi di Dusun Legetang, Dusun Sijeruk dan Dusun Jemblung berulang memakan korban jiwa" kata Heni.

Adapun film Kartini: Wanita Terpilih, merupakan film panjang bergenre doku drama yang bercerita tentang RA Kartini, pahlawan emansipasi wanita. Sutradara film tersebut Bambang Hengky yang hadir langsung membedah film tersebut mengungkapkan bahwa film ini merupakan film kedua bertema Kartini, setelah Suman Jaya membuatnya di tahun 70-an. "Kelebihan film ini, kita memakai setting dan juga pemain dari Jepara seluruhnya. Kita ingin membuat film tema sejarah lokal, dengan pemain lokal pula. Hasilnya ternyata lebih terasa mendalam dan menjiwai" kata Bambang.

Ia berharap film ini mampu menginspirasi generasi muda pembuat film saat ini, untuk dapat mengekaplorasi sejarah di lingkungannya, dan mengoptimalkan sumber daya lokal yang ada. "Saya melihat Banjarnegara penuh potensi sejarah yang belum banyak diangkat menjadi film. Ini peluang yang jika dimanfaatkan dengan baik, akan menghasilkan karya film sejarah yang orisinil dan memikat. Saya harap film saya ini bisa menginspirasi penonton yang rata-rata anak muda pembuat film" harap Bambang.

Kamis, 06 September 2018

DPRD Ajukan Raperda Perubahan Hari Jadi

DPRD Ajukan Raperda Perubahan Hari Jadi


DPDR Kabupaten Banjarnegara tahun ini mengajukan Raperda inisiatif tentang Perubahan Hari Jadi Kabupaten Banjarnegara. Karenanya, Kamis (6/9), diadakan FGD di Ruang Sidang Badan Anggaran DPRD Kabupaten Banjarnegara.


Hadir dalam kegiatan tersebut selain anggota DPRD juga dari budayawan, OPD terkait dan juga sejarawan. Salah satu anggota DPRD Kabupaten Banjarnegara Badrusalam mengungkapkan Raperda tersebut mempertimbangkan aspirasi masyarakat yang mempolemikan tanggal 22 Agustus 1831 sebagai hari jadi Banjarnegara.

"Hari jadi yang saat ini ada dianggap kurang menumbuhkan rasa nasionalisme karena 22 Agustus 1831 merupakan penetapan Dipayudha IV oleh pemerintah Kolonial Belanda" ujar Badrusalam.

Padahal, tambah Badrusalam, Dipayudha IV merupakan tokoh yang ikut melawan Diponegoro. Dan pemindahan ibu kota kabupaten dari Banjar Kulon ke Banjarnegara yang sekarang juga bermuatan politis, agar pendukung Diponegoro terpinggirkan.

Ketua MGMP Sejarah SMA Kabupaten Banjarnegara yang menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut mengungkapkan, sejarah hari jadi bukan sekadar hari dan tanggal penetapan sebuah wilayah. "Hari jadi itu mustinya memuat spirit nasionalisme dan patriotisme. Karena sejarah intinya ada pada nilai. Sehingga jika kita memperingati hari jadi namun nilai nasionalisme dan patriotismenya tidak ada, maka tidak ada nilai sejarah dalam peringatan itu" jelas Heni.

Tindak lanjut dari FGD ini, akan dikaji dan diulas kembali oleh pihak-pihak yang berkompeten untuk meneliti sejarah hari jadi yang lebih tepat. Budayawan Banjarnegara Otong Cundoroso mengemukakan bahwa hasil FGD sementara mengerucut pada saat Mangunyudho Seda Loji memerintah atau gugur di Surakarta. "Sepertinya itu hal paling heroik dan masyarakat juga sangat mengidolakan Mangunyudho" kata Otong.

Jurusan Sejarah Unnes MoM dengan MGMP Sejarah Banjarnegara

Jurusan Sejarah Unnes MoM dengan MGMP Sejarah Banjarnegara

Jurusan Sejarah Universitas Negeri Semarang (Unnes) menjalin kerjasama dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sejarah SMA Kabupaten Banjarnegara dalam hal pembuatan media pembelajaran sejarah, Kamis (6/9) di SMAN 1 Bawang Banjarnegara.

Our Blog

14372 foto
foto Banjarnegara Masa lampau
9000 Dokumen
dokumen berharga berdirinya Banjarnegara
6208 Artefak
sisa-sisa peradaban Banjarnegara

Our Team

Ahli Sejarah
Relawan
Budayawan
Relawan
Arkeolog
relawan
Penulis Sejarah
Relawan

Contact

Hubungi Kami

kami sangat mengapresiasi segala kontribusi anda dalam Sejarah dan Kebudayaan Banjarnegara, Bergabunglah bersama kami untuk mengangkat Kebudayaan Banjarnegara agar dikenal oleh masyarakat luas

Alamat:

Banjarnegara, Jawa Tengah, Indonesia

Jam Kerja:

setiap saat kami ada

E-mail:

cbudayabanjar@gmail.com