Jumat, 02 Maret 2018

Banjarnegara, Kepanduan, dan Syarikat Islam


Napak Tilas Sejarah di Monumen  Syarekat Islam - SMAS Cokroaminoto Banjarnegara.


Setiap daerah memiliki ceritanya masing-masing, tak terkecuali di Banjarnegara. Kota kecil yang terletak di tengah pegunungan Jawa Tengah ini memiliki kisah yang tidak kalah menarik dibandingkan dengan daerah-daerah lain. Di antaranya adalah tentang eksistensi salah satu organisasi sosial politik tertua di Indonesia: Syarikat Islam (SI). SI di Banjarnegara telah lahir sejak tahun 1913. Di Banjarnegara, SI berkembang secara berkesinambungan, bahkan sampai saat ini. 

Darul Maarif: Masterpiece Pendidikan Islam Banjarnegara
Sejarah panjang SI di Banjarnegara telah meninggalkan serangkaian peristiwa yang menjadi tonggak penting peran kota ini dalam lintasan zaman. Peninggalan penting Syarikat Islam yang sangat penting bagi masyarakat Banjarnegara adalah Darul Maarif. Darul Maarif adalah lembaga pendidikan Islam yang didirikan oleh ulama dari Singapura bernama Muhammad Fadhlullah Suhaimi. Pada 1918 ia mulai mengembangkan madrasah yang dinamakan Darul Maarif yang berada di bawah naungan SI Banjarnegara. Sampai saat ini, Darul Maarif menempati tanah yang diwakafkan oleh Mochammad Noor pada tahun 1930. Lokasinya berada di tengah pusat Kabupaten Banjarnegara. 

Darul Maarif menjadi saksi bisu pergulatan SI Banjarnegara dalam dunia pergerakan. Di sinilah tempat berkumpul tokoh pergerakan nasional, seperti Agus Salim dan Tjokroaminoto ketika berkunjung di Banjarnegara. Paling tidak, ada dua peristiwa penting SI/PSI/PSII yang terjadi di Darul Maarif. Peristiwa tersebut adalah Kongres Pertama SIAP (Sarekat Islam Avdeeling Pandoe) pada 2-5 Februari 1928 dan Kongres ke-20 PSII pada 20-26 Mei 1934.

Pada masa pergerakan nasional, Darul Maarif tergolong sekolah yang maju dan modern. Banyak kalangan menyekolahkan anak-anaknya di sekolah ini. Salah satu yang muncul sebagai tokoh pergerakan adalah Taufiqurrahman. Ia sempat menjadi kepala sekolah di sini pada 1937-1942. Setelah kemerdekaan, ia dipercaya menjadi sekretaris jenderal partai Masyumi. Di bidang pendidikan agama, alumni yang menonjol adalah K.H. Muntaha (1912-2004) pengasuh pondok pesantren Al-Asyariyah Kalibeber, Wonosobo. Ia adalah ulama yang banyak menghasilkan penghafal Al Quran.

Namun demikian, perjalanan panjang Darul Maarif sebagai lembaga pendidikan formal terhenti ketika Jepang menduduki Indonesia. Pada saat itu, sekolah tersebut ditutup seiring dengan pelarangan aktivitas politik dari Syarikat Islam. Setelah kemerdekaan, sekolah ini bertransformasi menjadi majelis taklim yang mengadakan kegiatan pengajian ke seluruh pelosok Banjarnegara. Saat ini, lokasi tempat sekolah Darul Maarif sudah ditempati oleh SMK dan SMA Cokroaminoto Banjarnegara.

Banjarnegara dan Kepanduan
Salah satu organ pergerakan Syarikat Islam yang sangat lekat dengan Banjarnegara adalah SIAP (Syarikat Islam Angkatan Pandu, dahulu bernama Sjarikat Islam Afdeeling Padvinderij). SIAP merupakan sayap pergerakan pemuda yang dimiliki oleh PSI. Organisasi ini didirikan pada 9 April 1928 pada saat PSI menyelenggarakan kongres di Yogyakarta. Selain SIAP, gerakan pemuda yang menjadi bagian dari PSI adalah Pemuda Muslimin Indonesia (PMI). Keduanya merupakan organisasi otonom yang saling menguatkan dan mendukung kaderisasi dalam tubuh PSI.

Dalam perkembangannya, Banjarnegara sangatlah lekat dengan SIAP. Kedekatan emosional antara keduanya bermula ketika pada kongres SIAP pertama pada 2-5 Februari 1928, Banjarnegara dipilih sebagai tempatnya. Pada kongres yang pertama ini terjadi peristiwa penting terkait penggantian istilah padvinders atau panvinderij. Dalam kongres yang terselenggara di Darul Maarif itu, Agus Salim mengusulkan agar istilah padvinders diubah menjadi ‘pandu’ dan istilah padvinderij menjadi ‘kepanduan.’ Hadirin yang mengikuti kongres tersebut setuju, sehingga sejak saat itu SIAP menjadi Sarekat Islam Afdeling Pandoe. Pergantian istilah ini menjadi penanda baru lahirnya semangat pergerakan kebangsaan. 

Istilah ‘pandu’ yang berarti penunjuk jalan kemudian digunakan secara nasional sampai kemudian digantikan dengan istilah ‘pramuka’ pada tahun 1960-an. Munculnya istilah ‘pandu’ dan ‘kepanduan’ dilatarbelakangi larangan penggunaan istilah padvinders atau padvinderij oleh NIPV. Semula NIPV berkeinginan agar gerakan kepanduan di seluruh Hindia Belanda berada di bawah naungannya. Akan tetapi, hanya ada satu yang bersedia bergabung. Akibatnya, muncul ketidaksenangan kepada organisasi yang menolak bergabung. 

Kedekatan antara SIAP dan Banjarnegara tampak pula dari keberadaan Kwartir Besar yang berada di kota ini pada tahun 1954. Lokasinya berada di daerah Clincing yang berdekatan dengan alun-alun Banjarnegara. Selain itu, salah satu kader PSII Banjarnegara pernah menjabat sebagai pimpinan SIAP. Ia adalah Imam Supardjan yang kelak juga menjadi wakil presiden Lajnah Tanfidziah (pimpinan eksekutif) PSII.

 Tsabit Azinar Ahmad.

 Status: Belum Terregistrasi (Pihak Berwajib harap segera meregistrasikan)
Sanksi Pelanggaran Cagar Budaya
  1. Sanksi Dasar (untuk setiap orang)
    Pelaku kriminal dikenakan hukuman penjara minimal 3 bulan sampai maksimum 15 tahun, dengan denda uang minimal Rp 10.000.000,00 dan maksimum Rp 1.500.000.000,00. (pasal 101 – 112)
  2. Sanksi Tambahan (pasal 115)
    1. wajib mengembalikan cagar budaya kepada kondisi keasliannya, baik bahan, bentuk, tata letak, dan/atau teknologi pengerjaannya atas tanggungan sendiri;
    2. perampasan keuntungan yang diperoleh dari tindak pidana;
  3. Untuk badan usaha berbadan hukum dan/atau badan usaha bukan berbadan hukum dikenai tindakan pidana tambahan berupa pencabutan izin usaha.
  4. Jika pejabat karena melakukan perbuatan pidana melanggar suatu kewajiban khusus dari jabatannya, atau pada waktu melakukan perbuatan pidana memakai kekuasaan, kesempatan, atau sarana yang diberikan kepadanya karena jabatannya terkait dengan pelestarian cagar budaya, pidananya dapat ditambah 1/3 (sepertiga). (pasal 114)


0 komentar:

Posting Komentar

Contact

Hubungi Kami

kami sangat mengapresiasi segala kontribusi anda dalam Sejarah dan Kebudayaan Banjarnegara, Bergabunglah bersama kami untuk mengangkat Kebudayaan Banjarnegara agar dikenal oleh masyarakat luas

Alamat:

Banjarnegara, Jawa Tengah, Indonesia

Jam Kerja:

setiap saat kami ada

E-mail:

cbudayabanjar@gmail.com